Tokoh Tokoh Pendiri Pesantren di Indonesia



Tokoh dan Perannya dalam Pertumbuhan Pesantren di Indonesia

Berdirinya Pesantren di Nusantara tidak bisa dilepas dari para tokoh –tokoh yang ikut memberi kontribusi diantaranya :

KH. Muhammad Kholil
trensami
KH. Muhammad Kholil (c) google
Syaikhona Kholil seorang ulama’ asli Bangkalan yang lahir pada tanggal 11 Jumadil Akhir 1225 H (27 januari 1820) mendirikan pesantren bernama Pondok Pesantren Demangan atau sekarang disebut Pesantren Syaikhona. Kiai Kholil,perintis berdirinya pondok pesantren generasi I (1861-1923), dikenal sebagai seseorang yang kompeten dalam berbagai disiplin ilmu (Nahwu, Shorof, Tasawuf, Fiqh, hafal Al-qur’an). Beliau bahkan dikenal sebagai waliyullah

KH. Hasjim Asy'arie
majlis dzikir assalaam
KH. Hasjim Asy'ari

Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie bagian belakangnya juga sering dieja Asy'ari atau Ashari adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.
Beliau dilahirkan di Jombang pada tanggal 10 April 1875 dan wafat pada tanggal 25 Juli 1947 dan mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng setelah beliau melanglang buana belajar di berbagai pondok pesantren di Mekkah.
Untuk menghormati perjuangan beliau yang turut serta berjuang melawan penjajah, beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

KH Abdul Wahab Hasbullah


Pondok Pesantren
KH Wahab Hasbullah

KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH adalah seorang tokoh pergerakan dari pesantren. Beliau dilahirkan di Tambakberas, Kabupaten Jombang pada 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, beliau tidak bisa berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah, hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin. Sepulang dari Mekkah 1914, beliau tidak hanya mengasuh pesantrennya di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Beliau tidak tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan penjajah

KH. Muhammad Rofi’i
Pendiri Pesantren At-Thoriqqi Sampang, dirintis sebelum kemerdekaan tepatnya pada tahun 1925. Beliau adalah seorang alim, cerdas, sederhana, sabar dalam mendidik santri, perduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Beliau pernah belajar di Pesantre Darul Hadits Malang, kemudian ke Makkah berguru kepada Syaikh Muhammad Yasi, Syaikh Nawawi Banten, Syaikh Ismail Al-Yamani, Syaikh Muhammad Said Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

KH. Itsbat bin Kiai Ishaq (Bhuju’ Panjalin)
Pendiri Pesantren Banyuanyar yang dirintis pada tahun 1788. Cikal bakal berdirinya pesantren ini adalah karena obsesi Kiai Ishaq, yang beliau mulai dengan mendidik anak dan keluarganya dengan pendidikan agama.
Kiai Isbat adalah sosok yang kharismatik, wara’, istiqomah sholat malam dan puasa Senin Kamis, selalu istikhoroh setiap akan memutuskan sesuatu.

KH. Moh. Syarqowi
Pendiri Pesantren An-Nuqayah yang terletak di Guluk - Guluk Kabupaten Sumenep pada tahun 1887, beliau dikenal sebagai sosok yang alim, sederhana, sopan, tawadhu’, dan memiliki kepribadian yang mempesona.

KH. Djauhari (Muhammad Amien)
Pendiri pondok Pesantren Al-Amien yang resmi berdiri pada tahun 1952 dan merupakan putra ke tujuh pasangan KH.Ahmad Khotib dan Nyai Bani. Pesantren tersebut sudah dirintis sejak abad ke 20 melalui majelis ta’lim selama bertahun-tahun di sebuah musholla yang dikelola ayahnya

Disadur dari berbagai sumber
First