Memadukan Budaya Jawa dan Tionghoa, Tasyakuran Harlah ke 3 Trensami Assalaam Sukses Digelar

Masjid Cheng Ho Surabaya
Ustadz Hasan Basri, Photo (c) Muchsin

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Sahabat Trensami Assalaam yang dirahmati Allah SWT, ada yang istimewa di Graha Salaamun Sedati pada hari Sabtu 7 Desember 2019 kemarin. Pada malam hari itu digelar acara Tasyakuran dalam rangka Hari lahir ke 3 Trensami Assalaam.

Acara yang dimulai ba'da sholat Isya ini dihadiri oleh para wali santri dan beberapa tamu undangan yang terdiri dari pengurus lingkungan di wilayah RW 09 Perumahan Jaya Regency Sedati, Ketua Ta’mir Masjid dan Musholla yang ada di Perumahan Jaya Regency Sedati, jamaah Majlis Dzikir Assalaam serta Koordinator Cabang Majlis Dzikir Assalaam.

masjid cheng ho surabaya
Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI ketika memberikan sambutan

Acara pembuka dimulai dengan penampilan Banjari yang dimainkan oleh Tim Banjari Trensami Assalaam dan dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus Kepala Sekolah Pesantren Sabtu Minggu Bapak Nanang Efendi, SE disambung sambutan oleh Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI selaku pengasuh Trensami Assalaam.

Di sela – sela sambutannya, Bapak Nanang Efendi, SE memutar sebuah video kilas balik perjalanan dan perjuangan Pesantren Sabtu Minggu Assalaam hingga menjadi seperti saat ini. Dimulai ketika pertama kali Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI merelakan sebagian rumah tinggal beliau untuk dibangun menjadi Graha Salaamun Sedati yang tidak hanya digunakan untuk kegiatan Trensami tetapi juga kegiatan Majlis Dzikir Assalaam Cabang Sedati, Sholat malam berjamaah dan belajar mengaji Iqro untuk jamaah.
ki joko tumut
Bapak Nanang Efendi, SE selaku Kepala Trensami Assalaam

Acara yang digelar di depan Graha Salaamun Sedati ini seperti biasa selalu diisi juga dengan pembacaan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI dan diikuti oleh seluruh undangan yang hadir dengan khusyu’.

Baca Juga : Ustadz Hasan Basri, Juru Dakwah Penebar Inspirasi

Setelah pembacaan Mahalul Qiyam selesai acara dilanjut dengan penampilan operet yang berjudul Bagus Burhan/Ronggo Warsito yang dimainkan oleh para santri. Operet yang mengisahkan tentang perjalanan hidup Bagus Burhan/Ronggo Warsito dari anak – anak hingga menjadi seorang Wali Allah di tanah Jawa dibawakan dengan baik oleh para santri. Bahkan para tamu dibuat terpingkal – pingkal oleh ulah dan dialog – dialog lucu dari para pemeran operet.

majlis dzikir assalaam
Salah satu adegan operet yang membuat tamu undangan terpancing untuk tertawa
Majlis Dzikir Assalaam
Adegan ketika Bagus Burhan / Ronggo Warsito sungkem kepada Kyai Hasan Besari
Selanjutnya, acara dilanjut dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Hasan Basri. Dalam tausiyahnya, Ustadz yang sehari harinya menjadi Ketua Pelaksana Harian Yayasan Masjid Cheng Ho Surabaya ini menyampaikan tentang 3 (tiga) B yang harus dilakukan oleh ummat muslim agar hidupnya bahagia.

B yang pertama adalah Berbuat Baik kepada sesama, B yang kedua adalah menjadikan Hidup kita Bermanfaat bagi sesama dan B yang ketiga harus banyak Bersyukur atas segala yang diberikan Allah SWT kepada kita.
trensami assalaam
Ustadz Hasan Basri bersama Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI
Selain itu, Ustadz yang pernah mengenyam pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya seangkatan dengan Ustadz Zamzam Ilhami, SPdI tersebut juga menceritakan kisah hidupnya semasa kecil yang hampir mirip dengan cerita operet Bagus Burhan/Ronggo Warsito. Bagaimana awal mula beliau mengenal Islam, mndok di Pesantren Wali Songo, Ngabar – Ponorogo, masa remaja yang nakal hingga akhirnya bisa menjadi pendakwah seperti saat ini.

Setelah Ustadz Hasan Basri yang memiliki nama kecil Liem Fuk Shan selesai memberikan tausiyah dan doa, acara dilanjut dengan pengundian door prize yang disambut dengan sukacita oleh undangan yang hadir.
Ustadz Hasan Basri Fuk
Arya, salah satu santri Trensami yang mendapat door prize
Selain door prize, para jamaah juga disuguhi dengan hadiah – hadiah yang bisa diperebutkan dengan cara menarik kupon – kupon yang telah digantung oleh panitia dan dapat ditukar dengan snack, sembako dan uang tunai. Seketika suasana menjadi sangat ramai dan gaduh saat ustadz Zamzam selesai melantunkan tembang Ilir – Ilir sebagai tanda jamaah untuk berdiri dan saling berebut kupon yang digantung di atas para jamaah.


Baca juga : Ustadz Hasan Basri, Juru Dakwah Penebar Inspirasi

Selanjutnya, setelah rebutan kupon hadiah selesai, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang dikemas dengan model talaman yang berasal dari shodaqoh wali santri, jamaah majlis dzikir Assalaam, para pengurus Majlis Dzikir Assalaam Cabang Sedati dan Bapak/Ibu warga perumahan Jaya Regency tahap 5 dan kembali ke rumah masing – masing.

majlis dzikir assalaam
Panitia mengenakan pakaian adat Jawa
Yang sangat menarik pada gelaran Tasyakuran Harlah ke 3 Trensami Assalaam kali ini adalah perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa karena seluruh panitia, santri pemain operet mengenakan pakaian khas Jawa jaman dahulu, sedangkan Ustadz Hasan Basri mengenakan pakaian dan kopiah khas yang identik dengan budaya Tionghoa.

Lihat juga : Kilas Balik 3 Tahun Trensami Assalaam

"Semoga dengan acara seperti ini, semakin mempererat tali silaturahmi pengurus dan pengasuh Trensami Assalaam dengan Wali Santri,  para jamaah Majlis Dzikir Assalaam serta warga perumahan Jaya Regency Sedati dan mempererat hubungan antar umat beragama dari berbagai macam budaya,” pesan ustadz Zamzam di akhir acara seperti disampaikan kepada admin.


(KJT/2019)
Previous
Next Post »