8 Bahaya Game Online Bagi Pelajar

Sahabat Trensami Assalaam yang dirahmati Allah SWT, sudah tidak mengherankan lagi jika saat ini sebagian besar anak - anak sangat menyukai game online dan bahkan ada juga yang sudah masuk dalam kategori kecanduan.

trensami
Ilustrasi bermain game online ©antaranews

Bermain game pada umumnya dilakukan untuk menghabiskan waktu senggang. Dengan bermain game waktu senggang jadi terasa lebih menyenangkan terutama ketika bermain game online bersama teman-teman.

Dengan berbagai fitur menarik yang ditawarkan, game online ternyata mampu memicu adiksi atau kecanduan. Bahkan, World Health Organization (WHO), sudah menetapkan bahwa kecanduan game online termasuk salah satu kategori mental disorder.

Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja terlebih lagi efeknya juga sangat buruk bagi anak yang masih di usia sekolah.

Berikut adalah dampak negatif dari game online yang diolah admin dari berbagai sumber :

Dampak Negatif Bermain Game Online

Perubahan Mood
Kecanduan game online dapat mengalami mood changer atau perubahan mood. Perubahan mood adalah kondisi dimana game online menjadi penentu mood seseorang atau pelajar itu sendiri.
Jika seseorang sedang bermain game online, namun kalah pasti akan merasa kesal dan jengkel karena tak mampu mengungguli lawannya. Karena kalah beberapa pelajar bahkan suka melampiaskan kemarahannya dengan memukul-mukul tangganya ke meja atau berteriak seenaknya.

Boros
Kecanduan game online dapat membuat seseorang menjadi boros. Segala sesuatu yang bersifat online akan membutuhkan kuota internet. Jika kuota internet tersebut habis maka harus membelinya. Jika tidak terkontrol hal ini dapat mendorong anak untuk berbohong kepada orang tua agar kuota internet bisa dibeli, bahkan dalam beberapa kasus yang pernah terjadi anak - anak mulai berani mencuri uang orang tua mereka untuk membeli kuota internet atau top up game online. 

Otak Depan Tak Berkembang
Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan jika otak tak akan terstimulasi jika terus-terusan bermain game online. Penelitian tersebut dilakukan di Jepang yang membandingkan kinerja otak anak-anak yang sering memainkan game komputer dengan anak-anak yang lebih banyak belajar aritmatika.

Penurunan Konsentrasi Belajar
Fokus belajar menjadi berkurang karena tergantikan dengan game online. Banyak pelajar yang menghabiskan waktu di warnet atau untuk sekedar bermain game di smart phone yang mengakibatkan pelajar lebih aktif memikirkan bagaimana cara untuk menyelesaikan tahap permainan game dan mengalahkan lawan tanpa peduli tentang pelajaran.

Halusinasi
Berdasarkan survei, lebih dari 1200 orang yang bermain game online akan mengalami halusinasi. Hal ini dikarenakan dari efek-efek suara yang sering didengar saat bermain game.
Seorang pemimpin penulis studi Angelica Ortiz de Gortari dari Nottingham Trent University, Inggris pernah mengatakan "objek dan peristiwa yang terstimulasikan di video game telah berubah menjadi objek evokatif. Dimana pikiran para gamer seolah melengkapi serpihan puzzle, dan mereka melihat serta mendengar apa yang mereka harapkan karena video game yang telah dimainkannya".

Insomnia
Insomnia terjadi karena pemain game online umumnya terlalu sering berhadapatn dengan laptop atau smartphone, sehingga kurangnya produksi hormon melatonin.
Karena berkurangnya hormone tersebut akan menyebabkan para gamers menjadi sulit tidur dan jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kesehatan para pelajar.

Kerusakan Mata
Kerusakan mata terjadi karena mata dipaksa untuk menatap layar smartphone atau komputer dalam waktu yang lama. Sehingga hal tersebut membuat mata mudah letih, memerah, dan bahkan menyebabkan cacat mata yakni rabun dekat yang disertai sakit kepala.

Mudah Berkata Kasar
Jika kalah bermain game online, seseorang akan mudah berkata kasar. Parahnya kebiasaan berkata kasar tersebut tidak hanya terjadi saat bermain game, melainkan juga di luar online gaming.

Pengawasan Aktif Orang Tua

Dikutip dari halodoc, perlu adanya pengawasan dari orang tua agar anak terhindar dari kecanduan bermain game online.
Seperti banyak aspek dalam membesarkan anak, pendekatan yang paling sehat saat anak bermain game online adalah moderasi. 
Untuk anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 18 tahun, para ahli merekomendasikan agar orang tua membatasi waktu yang dihabiskan untuk menggunakan media apa pun. Ini termasuk bermain video game di konsol, tablet, maupun smartphone.

Menggunakan media tidak boleh mengganggu waktu tidur atau membuat anak jadi jarang bergerak. Jadi, pertimbangkan untuk menetapkan batasan agar game online tidak mengganggu pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah tangga, dan aktivitas fisik yang dibutuhkan anak setiap hari.

Selain itu, pengawasan orangtua saat anak bermain game online juga bisa dilakukan dengan turut serat bermain game tersebut dengan anak. Ini adalah langkah nyata untuk melindungi dan membimbing anak dengan lebih baik di media online. Banyak orang tua prihatin dengan apa yang dilakukan anak-anak mereka saat bermain game online, tetapi tidak semua tahu persis apa yang mereka lakukan saat bermain game. Untuk mengajarkan perilaku yang benar, orangtua perlu mengetahui apa arti game online, dan ini mungkin memerlukan partisipasi mereka di dunia tersebut.


(N/E) 102021





Trensami Assalaam

Trensami Assalaam

Pesantren Sabtu Minggu Assalaam